Thursday, December 22, 2011

Membangun Koperasi Berbasis Anggota Dalam Rangka Pengembangan Ekonomi Rakyat

Review Jurnal

MEMBANGUN KOPERASI BERBASIS ANGGOTA DALAM RANGKA PENGEMBANGAN EKONOMI RAKYAT

Setelah melalui berbagai kebijakan pengembangan koprasi pada masa orde baru yang jelas pada dominasi peran pemerintah, serta kondisi ekonomi yang melanda indonesia, timbul pertanyaan bagaimana sebernarnya peran kondisi dalam masyrakat indonesia, bagaimanaa prospeknya dan bagaimana strategi pengembanganyang harus dilakukan pada masa yang akan datang. Melihat sifat dan kondisi krisis ekonomi saat ini serta berbagai pemikiran mengenai usaha untuk dapat keluar dari krisis tersebut, maka koperasi dipandang memiliki arti yang strategis pada masa yang akan datang.
Beberapa koperasi telah dirasakan peran dan manfaatnya bagi masyarakat, walaupun derajat dan intensitasnya berbeda. Ada tiga tingkat brntuk esistensi koperasi bagi masyarakat (PSP-IPB, 1999)
Pertama, koperasi dipandang sebagai lembaga yang menjalankan suatu kegiatan usaha tertentu, dan kegiatan tersebut diperlukan oleh masyarakat. Kegaiatan gusaha yang dimaksud dapat berupa pelayanan kebutuhan keuangan atau perkreditan.
Kedua, koperasi telah menjadi alternatif bagi lembaga uaha lain. Pada kondisi ini, masyarakat telah merasakan bahwa manfaat dan peran koperasi lebih baik dibandingka dengan lemabaga yang lainnya.
Ketiga, koperasi menjadi organisasi yang dimiliki oleh anggotanya. Faktor utama yang menyebabkan koperasi mampu bertahan pada berbagai kondisi sulit, yaitu dengan mengandalkan loyalitas anggota dan kesediaan anggota untuk bersama-sama koperasi menghadapi kesulitan tersebut baik dibandingkan dengan lembaga usaha lain, demikian pula dengan koperasi kredit.
Pada masa yang akan datang, masyarakat masih membutuhkan layanan usaha koperasi. Alasan utamanya adalah dasar pemikiran ekonomi da;am konsep pendirian koperasi seperti untuk meningkatkan kekuatan penawaran, peningkatan skala usaha bersama, pengadaan pelayanan yang selama ini tidak ada, serta pengembangan kegiatan lanjutan( pengolahan, pemasaran dsb). Alasan lain, karena adanya peluang untuk mengembangkan potensi usaha tertentu atau karena memanfaatkan fasilitas yang disediakan pihak lain yang mensyaratkan kelembagaan koperasi, sebagaimana bentuk praktek pengembangan koperasi seperti alasan untuk memperjuangkan semangat kerakyatan, demokratisasi atau alasan sosial politik lain, tampaknya belom menjadi faktor yang dominan.

FAKTOR FUNDAMENTAL EKSISTENSI DAN PERAN KOPERASI

Berdasarkan pengamatan atas banyak koperasi serta menggali berbagai pihak yang terkait dengan pengembangan koperasi, khususnya para partisipan koperasi sendiri yaitu anggota dan pengurus, maka dapat disintesakan beberapa faktor fundamental yang menjadi dasar eksistensi. Faktor tersebut merupakan faktor pembeda antara koperasi berkembang dengan koperai yang tidak berfungsi atau tertutup
1. koperasi akan eksis jika terdapat kebutuhan kolektif untuk memperbaiki ekonomi secara mandiri.
2. koperasi akan berkembang jika terdapat kebebasan dan otonomi untuk berorganisasi
3. keberadaan koperasi di tentukan oleh proses pengembangan pemahaman nilai-nilai koperasi
4. koperasi akan semakin dirasakan peran dan manfaatnya bagi anggota dan masyarakat pada umumnya jika terdapat kesadaran dan kejelasan dalam hal kenaggotaan koperasi
5. koperasi akan eksis jika mampu mengembangkan kegiatan usaha yang :
· luwes (flexibe) sesuai dengan kepentingan anggota
· berorientasi pada pemberian pelayanan bagi anggota
· berkembang sejalan dengan perkembangan usaha anggota
· biaya transaksi antara koperasi dan anggota mampu ditekan lebih kecil dari biaya transaki non-koperasi
· mampu mengembangkan modal yang ada didalam kegiatan koperasi dan anggota sendiri
6. keberadaan koperasi akan sangat ditentukan oleh kesatuan oleh kesuaian faktor-faktor tersebut dengan karakteristik masyarakat atau angggotanya

MENGEMBANGKAN KOPERASI DI INDONESIA : mulai apa yang sudah ada

isu strategis pengembangan usaha koperasi dapat dipertajam untuk beberapa hal berikut
1. mengembangkan kegiatan usaha koperasi dengan mempertahankan falsafah dan prinsip koperasi
2. keterkaitan kegiatan koperasi dengan kegiatan pelayanan untuk berkembang
3. mengatasi beberapa permasalahan teknis usaha bagi koperasi kecil untuk berkembang
4. mengakomodasi keinginan pengusaha kecil untuk melakukan usaha atau mengatasi masalah usaha dengan membentuk koperasi
5. pengembangan kerja sama usaha antar koperasi
6. peningkatan kemampuan usaha koperasi pada umumnya
7. peningkatan citra koperasi
8. penyaluran aspirasi koperasi

PENUTUP

Beberapa pemikiran yang telah diajukan kiranya membutuhkan setidaknya dua peryarat. Pertama, pendekatan perngembangan yang harus dilakukan adalah pendekatan pengembangan kelembagaan secara partisipasif dan menghindari pengembagan yang didasarkan pada kepatuhan atasa arahan dari lembaga lain. Masyarakat perlu kesadarannya untuk mampu mengambil keputusan sendiri.
Demi kepentingan mereka sendiri. Dalam hal ini proses pendidikan prinsi-prinsip dam nilai-nilai koperasi menjadi faktor kunci yang sangat menentukan. Kedua diperlukan kerangka pengembangan yang memberikan apresiasi terhadap keragaman lokal. Yang disertai oleh berbagai dukungan tidak langsung tetapi jelas memiliki semangat kepemihakan adalah strategi yang parsisipatif. Hal ini akan membutuhkan perubahan pendekatan yang mendasar dibandingkan dengan strategi yang selama ini diterapakan. Rekonsptualisasi sekaligus revilalisasi peran pemerintah akan menjadi faktor yang paling mementukan dalam prespektif pengembangan partisipasif


Nama kelompok :
· Arie Septian
· Fajar Rizky
· Ferry Maihami
· Herman Fuady S

No comments:

Post a Comment

Post a Comment