Wednesday, June 19, 2013

Conversation

Softskill Assignment
Member of Group:
            Arie Septian            (21210040)
            Dhonny Aditya       (21210942)
            Ferry Maihami        (22210755)

Conversation
A : Arie
D : Dhonny
F : Ferry

PT. Elmer is a company engaged in trading a wide range of educational games. The company only sells its products only to a distributor listed in Indonesia. On May 21, 2013, the board of directors held a board meeting to discuss the accounting policies that will be used by the company.

A
:
Greetings, Ladies and Gentlement. I am Arie Septian and I’m your CEO. Thank you for coming today and our schedule for today’s meeting is to discuss about accounting policy that our company will use. Okay, Now we will hear the presentation that will be explained by our senior Accountant, Mr. Dhonny.
D
:
Good morning Ladies and Gentlemen. I’m Dhonny and I will explain the overview of our accounting policy. For the general policy, we will use Accrual basic method and every month we will make the trial balance. Okay, before I continue the overview, Any question?
F
:
So, to make every transaction in the existing journals, what journal will we use?
D
:
We will use special journals and journals memorial to perform any transaction journal.
Special journal is used to record credit purchases, credit sales, transactions related to cash disbursements and cash receipts.
While the memorial journal will be used to record transactions relating to the purchase returns and sales returns.
F
:
Okay,then.
A
:
So, Mr. Dhonny, What currency  will we use?
As you know that we import our product not only from Indonesian Distributor but also from Japan and China as well.
D
:
Well, we will use a single currency, that is, Rupiah. Because from last period we used Rupiahs as our currency.
Beside that, most of our distributor and customer are from Indonesia as well.
A
Well, that’s a great explanation, Mr. Dhonny. Go on.
D
:
Thank you, sir. Next, for purchasing transaction.
To freight cost will be borne by the company. Every purchase return transactions will be calculated by subtracting the value of our debt.
F
:
Anyway, How about the late fees?
Last period we used 2%  from the price as the late fee’s policy, right?
D
:
Yes, that’s right, sir. But, now we will use 1% from the price as our late fee’s policy.
F
:
Great.
A
:
Please, continue your presentation, Mr. Dhonny.
D
:
For the disbursement transaction, the disbursement more than Rp2000.000,00 we use queue for the payment and for the disbursement that less than Rp2000.000,00 we use the petty cash for the payment. And we use a fluctuative method also.
A
:
Great idea Mr. Dhonny. Mr. Ferry what do you think about it?
F
:
It’s okay with me, Sir.
A
:
Let’s move to our next subject, for sales subject. What are think about this subject? And what accounting policy you will take for this year?
D
:
For this year, every sales return transaction will reduce our account receivable account sir. Sir, for the term condition I have a suggestion for it.
A
:
What is that Mr. Dhonny?
D
:
Okay then, for the term this year we will use 2/10, n/30.
F
:
Mr. Dhonny but last year we used 3/15, n/EOM. And I think that fits our sales.
D
:
No, Mr. Ferry. When we our company used that policy, we suffered loss because of that policy. We can’t take any risk Mr. Ferry
A
:
Hmmm I think that is a good idea, because we got some complains from the stockholder. Because our profit drops less than the year before.
F
:
Okay sir, I can take that.
A
:
Okay, today’s meeting is enough Mr. Dhonny and Mr. Ferry. Our secretary will re-schedule our next meeting. And you can leave us from now. Thanks for attending this meeting. Until we meet, Mr. Ferry and Mr. Dhonny.
F
:
Okay, sir. You’re welcome
D
:
Okay sir .. ‘till we meet again.











Saturday, March 30, 2013

Istilah Akuntansi


1.       Uang                                                     = Money
2.       Utang                                                    = Debt
3.       Utang Jangka Pendek                    = Short Term Payable/ Short Term Liabilities
4.       Utang Dagang                                    = Account Payable
5.       Utang Bank                                         = Bank Payable
6.       Utang Obligasi                                   = Bond Payable
7.       Utang Bunga                                      = Interest Payable
8.       Utang Hipotek                                   = Mortgage Payable
9.       Utang Wesel                                      = Notes Payable
10.   Utang Gaji                                           = Salaries Payable
11.   Utang Pajak                                        = Tax Payable
12.   Utang Biaya                                        = Accrued Expense
13.   Utang Jangka Menengah              = Mid Term  Payable /Mid Term Liabilities
14.   Utang Jangka Panjang                    = Long Term Payable/ Long Term Liabilities
15.   Umur Ekonomis                                                = Economic Value
16.   Unit                                                       = Unit
17.   Unit Produksi                                     = Unit of Production
18.   Unit Usaha                                          = Unit of Business
19.   Utang Deviden                                  = Dividends Payable
20.   Untung Bersih                                   = Net Profit

Friday, January 18, 2013

Bahasa Indonesia 2



Tema : Prinsip Akuntansi
Judul :  Prinsip Konsistensi Dan Perubahannya  Dalam Metode Pencatatan Akuntansi

1.       Teori
a.       Apa itu Prinsip Konsistensi
b.      Contoh penerapan Prinsip Konsistensi
2.       Perubahan Dalam Akuntansi
a.       Estimasi
b.      Kebijakan Akuntansi
c.       Entitas Pelaporan
3.       PSAK Pasal 16 yang mengatur tentang perubahan.
a.       Pasal 43
b.      Pasal 44
c.       Pasal 45

Prinsip Konsistensi merupakan satu diantara prinsip-prinsip akuntansi yang ada. Prinsip Konsistensi menekankan pada penggunaan metode dan prosedur-prosedur dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari satu periode ke periode berikutnya.  Namun prinsip konsistensi ini tidak melarang dalam perubahan metode pencatatan, sehingga masih memungkinkan perusahaan untuk mengubah metode pencatatan. Jika ada perubahan metode, maka selisih yang cukup material terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakuan terhadap metode tersebut.
Contoh penggunaan prinsip konsistensi dapat dilihat dari penggunaan metode dalam menyusutkan aktiva tetap berwujud seperti, bangunan, peralatan, mesin, dan kendaraan.  Metode penyusutan yang umumnya digunakan yakni, Metode Garis Lurus, Metode Saldo Menurun, Metode Saldo Menurun Ganda, dan Metode Jumlah Angka Tahun. Penggunaan metode penyusutan harus konsisten dari satu periode ke periode selanjutnya. Apabila ada perubahan metode penyusutan, maka apabila ada perubahan metode penyusutan, selisih yang material terhadap laba perusahaan harus dilaporkan dalam laporan keuangan.
Menurut Skousen,Stice dalam bukunya Intermediate Accounting, perubahan-perubahan akuntansi secara umum terbagi atas tiga perubahan. Perubahan-perubahan tersebut adalah
1.       Perubahan dalam estimasi
Di dalam akuntansi yang bersifat akrual dikenal adanya estimasi atau perkiraan. Estimasi terutama dilakukan untuk rekening yang tidak dapat diketahui secara pasti . Estimasi bersifat arbitrer tetapi juga harus memenuhi unsur kewajaran. Contoh estimasi dalam akuntansi adalah estimasi terhadap nilai sisa dan masa manfaat dari tahun penggunaan aktiva tetap.
2.       Perubahan dalam kebijakan
Untuk perlakuan akuntansi yang sifatnya bisa memilih, misalnya pengakuan kontrak jangka panjang, pengakuan piutang, akuntansi persediaan terdapat beberapa metode yang akan digunakan secara konsisten oleh para pelaku bisnis. Namun penggantian metode untuk salah satu atau seluruh pos dengan metode lainnya sangat sah untuk dilakukan. Contohnya adalah perubahan metode pencatatan persediaan dari Average ke FIFO.
3.       Perubahan entitas pelaporan
Hal ini dapat terjadi ketika adanya pengambilalihan perusahaan. Contoh pada saat pengambilalihan saham mayoritas, dalam transaksi bisa terjadi perubahan entitas perusahaandan perlu dilakukan perubahan dari sisi akuntansinya.
Di dalam PSAK 16 sendiri telah disebutkan mengenai aturan tentang perubahan model ini. Paragraf 43 PSAK 16 revisi 2007 menyebutkan
“Jika entitas mengubah kebijakan akuntansi dari model biaya ke model revaluasi dalam pengukuran aset tetap, maka perubahan tersebut berlaku prospektif”.
Sedangkan paragraf 44 menyatakan
“Paragraf 43 juga berlaku untuk ketentuan transisi”
Hal tersebut berarti perubahan dalam pengukuran aset tetap setelah adanya PSAK 16 revisi 2007 adalah perubahan yang bersifat prospektif. Secara sederhana perubahan yang bersifat prospektif adalah perubahan yang terjadi tersebut tidak berpengaruh terhadap transaksi masa lalu. Perubahan akibat transaksi tersebut hanya berpengaruh pada periode-periode dan transaksi-transaksi yang terjadi setelah perubahan tersebut. Sedangkan dalam paragraf 48 PSAK 25 Reformat 2007 dikatakan
“Perubahan kebijakan akuntansi harus diterapkan secara prospektif jika jumlah penyesuaian terhadap saldo laba awal periode (retained earnings) yang dijelaskan dalam paragraf 45 tidak dapat ditentukan secara wajar”
Paragraf 45 PSAK Reformat 2007 yang dimaksud dalam paragraf 48 tersebut berbunyi
“Suatu perubahan kebijakan akuntansi harus diterapkan secara retrospektif dengan melaporkan jumlah setiap penyesuaian yang terjadi yang berhubungan dengan periode sebelumnya sebagai suatu penyesuaian pada saldo laba awal periode (retained earnings), kecuali jika jumlah tersebut tidak dapat ditentukan secara wajar. Informasi komparatif harus dinyatakan kembali, kecuali jika untuk menyatakannya dianggap tidak praktis”.