Saturday, March 30, 2013

Istilah Akuntansi


1.       Uang                                                     = Money
2.       Utang                                                    = Debt
3.       Utang Jangka Pendek                    = Short Term Payable/ Short Term Liabilities
4.       Utang Dagang                                    = Account Payable
5.       Utang Bank                                         = Bank Payable
6.       Utang Obligasi                                   = Bond Payable
7.       Utang Bunga                                      = Interest Payable
8.       Utang Hipotek                                   = Mortgage Payable
9.       Utang Wesel                                      = Notes Payable
10.   Utang Gaji                                           = Salaries Payable
11.   Utang Pajak                                        = Tax Payable
12.   Utang Biaya                                        = Accrued Expense
13.   Utang Jangka Menengah              = Mid Term  Payable /Mid Term Liabilities
14.   Utang Jangka Panjang                    = Long Term Payable/ Long Term Liabilities
15.   Umur Ekonomis                                                = Economic Value
16.   Unit                                                       = Unit
17.   Unit Produksi                                     = Unit of Production
18.   Unit Usaha                                          = Unit of Business
19.   Utang Deviden                                  = Dividends Payable
20.   Untung Bersih                                   = Net Profit

Friday, January 18, 2013

Bahasa Indonesia 2



Tema : Prinsip Akuntansi
Judul :  Prinsip Konsistensi Dan Perubahannya  Dalam Metode Pencatatan Akuntansi

1.       Teori
a.       Apa itu Prinsip Konsistensi
b.      Contoh penerapan Prinsip Konsistensi
2.       Perubahan Dalam Akuntansi
a.       Estimasi
b.      Kebijakan Akuntansi
c.       Entitas Pelaporan
3.       PSAK Pasal 16 yang mengatur tentang perubahan.
a.       Pasal 43
b.      Pasal 44
c.       Pasal 45

Prinsip Konsistensi merupakan satu diantara prinsip-prinsip akuntansi yang ada. Prinsip Konsistensi menekankan pada penggunaan metode dan prosedur-prosedur dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari satu periode ke periode berikutnya.  Namun prinsip konsistensi ini tidak melarang dalam perubahan metode pencatatan, sehingga masih memungkinkan perusahaan untuk mengubah metode pencatatan. Jika ada perubahan metode, maka selisih yang cukup material terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakuan terhadap metode tersebut.
Contoh penggunaan prinsip konsistensi dapat dilihat dari penggunaan metode dalam menyusutkan aktiva tetap berwujud seperti, bangunan, peralatan, mesin, dan kendaraan.  Metode penyusutan yang umumnya digunakan yakni, Metode Garis Lurus, Metode Saldo Menurun, Metode Saldo Menurun Ganda, dan Metode Jumlah Angka Tahun. Penggunaan metode penyusutan harus konsisten dari satu periode ke periode selanjutnya. Apabila ada perubahan metode penyusutan, maka apabila ada perubahan metode penyusutan, selisih yang material terhadap laba perusahaan harus dilaporkan dalam laporan keuangan.
Menurut Skousen,Stice dalam bukunya Intermediate Accounting, perubahan-perubahan akuntansi secara umum terbagi atas tiga perubahan. Perubahan-perubahan tersebut adalah
1.       Perubahan dalam estimasi
Di dalam akuntansi yang bersifat akrual dikenal adanya estimasi atau perkiraan. Estimasi terutama dilakukan untuk rekening yang tidak dapat diketahui secara pasti . Estimasi bersifat arbitrer tetapi juga harus memenuhi unsur kewajaran. Contoh estimasi dalam akuntansi adalah estimasi terhadap nilai sisa dan masa manfaat dari tahun penggunaan aktiva tetap.
2.       Perubahan dalam kebijakan
Untuk perlakuan akuntansi yang sifatnya bisa memilih, misalnya pengakuan kontrak jangka panjang, pengakuan piutang, akuntansi persediaan terdapat beberapa metode yang akan digunakan secara konsisten oleh para pelaku bisnis. Namun penggantian metode untuk salah satu atau seluruh pos dengan metode lainnya sangat sah untuk dilakukan. Contohnya adalah perubahan metode pencatatan persediaan dari Average ke FIFO.
3.       Perubahan entitas pelaporan
Hal ini dapat terjadi ketika adanya pengambilalihan perusahaan. Contoh pada saat pengambilalihan saham mayoritas, dalam transaksi bisa terjadi perubahan entitas perusahaandan perlu dilakukan perubahan dari sisi akuntansinya.
Di dalam PSAK 16 sendiri telah disebutkan mengenai aturan tentang perubahan model ini. Paragraf 43 PSAK 16 revisi 2007 menyebutkan
“Jika entitas mengubah kebijakan akuntansi dari model biaya ke model revaluasi dalam pengukuran aset tetap, maka perubahan tersebut berlaku prospektif”.
Sedangkan paragraf 44 menyatakan
“Paragraf 43 juga berlaku untuk ketentuan transisi”
Hal tersebut berarti perubahan dalam pengukuran aset tetap setelah adanya PSAK 16 revisi 2007 adalah perubahan yang bersifat prospektif. Secara sederhana perubahan yang bersifat prospektif adalah perubahan yang terjadi tersebut tidak berpengaruh terhadap transaksi masa lalu. Perubahan akibat transaksi tersebut hanya berpengaruh pada periode-periode dan transaksi-transaksi yang terjadi setelah perubahan tersebut. Sedangkan dalam paragraf 48 PSAK 25 Reformat 2007 dikatakan
“Perubahan kebijakan akuntansi harus diterapkan secara prospektif jika jumlah penyesuaian terhadap saldo laba awal periode (retained earnings) yang dijelaskan dalam paragraf 45 tidak dapat ditentukan secara wajar”
Paragraf 45 PSAK Reformat 2007 yang dimaksud dalam paragraf 48 tersebut berbunyi
“Suatu perubahan kebijakan akuntansi harus diterapkan secara retrospektif dengan melaporkan jumlah setiap penyesuaian yang terjadi yang berhubungan dengan periode sebelumnya sebagai suatu penyesuaian pada saldo laba awal periode (retained earnings), kecuali jika jumlah tersebut tidak dapat ditentukan secara wajar. Informasi komparatif harus dinyatakan kembali, kecuali jika untuk menyatakannya dianggap tidak praktis”.

Sunday, November 25, 2012

Tugas Bahasa Indonesia


Kelompok   1
Nama :
1.       Arie Septian (21210040)
2.       Ferry Maihami (22210755)
3.       Rifqa Sari Adly (25210937)
Tugas Bahasa Indonesia

Temukan padanan kata dalam Bahasa Indonesia pada contoh berikut. Selanjutnya pilih 5 kata dari 25 kata yang tersedia dan buat contoh kata buat dalam bentuk kalimat efektif (tepat secara gramatikal Bahasa Indonesia).
1. Abnormal perfomanca index
2. Adjustment
3. Adjusted price
4. Administrative expenses
5. Advance payment
6. Audit working paper
7. Automatic premium loan
8. Bank line
9. Blanket expense policy
10. Capital adequacy ratio (CAR)
11. Cash disbursement
12. Certified public accountant
13. Checking account
14. Collective rights of stockholders
15. Competitive bid
16. Completion bond
17. Conditional sale floater (insurance)
18. Consumer debenture
19. Continuous budget
20. Cost forecasting
21. Cost of goods sold
22. Economic entity
23. Economic class
24. Financial intermediary
25. Financial reporting


Kata-kata yang kami pilih adalah sbb:
1.       Adjustment
Perusahaan dagang biasanya akan melakukan adjustment terhadap persediaan barang yang tertera pada pembukuan perusahaan dengan jumlah persediaan yang sesungguhnya berada di gudang.
2.       Financial Intermediary
Tugas bank yang utama adalah sebagai Financial Intermediary, yakni sebagai perantara keuangan antara pihak yang berkelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana.
3.       Cost of Good Sold
Salah satu metode dalam mencari laba kotor perusahaan dagang adalah dengan menggunakan metode Cost of Good Sold, yakni dengan mengurangi besaran penjualan perusahaan dengan harga pokok penjualan barang di perusahaan tersebut.
4.       Administrative expenses
Salah satu pendapatan bank yang paling besar adalah dari Administrative expenses yang dibebankan terhadap nasabah.
5.       Cash disbursement
Salah satu tolak ukur dalam penilaian suatu perusahaan yang baik adalah dengan melihat apakah Cash disbursement perusahaan tersebut sudah efisien.

Sunday, November 4, 2012

Tugas Bahasa Indonesia 2


Kelompok 1 3EB09
-          Arie Septian (21210040)
-          Ferry Maihmi (22210755)
-          Rifqa Sari Adly (25210937)
Tugas 2 Bahasa Indonesia 2#
Judul Buku   : Sistem Informasi Akuntansi
Pengarang    : George H. Bodnar, William S. Hopwood
Penerbit        : Salemba Empat

Tujuan kelompok kami  meninjau buku tersebut, yakni:
1.       Buku tersebut memiliki kelebihan dalam penyampaian materi yang terdapat dalam buku tersebut.
2.       Buku ini merupakan pedoman dalam mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi mulai dari semester ini sampai dengan 2 semester ke depan.
3.       Memperkenalkan mahasiswa kepada Sistem Informasi Akuntansi dari pengenalan, pemrosesan, hingga aplikasi-aplikasi siklus akuntansi.
4.       Memperkenalkan mahasiswa pada struktur organisasional fungsi sistem informasi dalam organisasi.
Tujuan Penulis menyusun buku tersebut, adalah:
-          Membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan informasi tentang Sistem Informasi Akuntansi yang relevan.
Rangkuman
                Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah kumpulan sumberdaya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambilan keputusan. SIA mewujudkan perubahan ini apakah secara manual atau terkomputerisasi.
                Istilah sistem informasi menganjurkan penggunaan teknologi komputer dala organisasi untuk menyajikan informasi kepada pemakai. Sistem informasi “berbasis komputer” merupakan sekelompok perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengubah data menjadi informasi yang bermanfaat. Berikut beberapa jenis sistem informasi berbasis informasi:
1.       Pengolahan Data. Pengolahan data elektronik – electronic data processing (EDP) adalah pemanfaatan teknologi komputer untuk melakukan pengolahan data transaksi-transaksi dalam suatu organisasi. EDP adalah aplikasi sistem informasi akuntansi paling dasar dalam setiap organisasi.
2.       Sistem Informasi Manajemen – Management Information System (MIS) menguraikan penggunaan teknologi komputer untuk menyediakan informasi bagi pengambilan keputusan para manajer.
3.       Sistem Pendukung Keputusan – Decision Support System (DSS). Dalam Sistem pendukung keputusan, data diproses ke dalam format pengambilan keputusan bagi kepentingan pemakai akhir. DSS mensyaratkan penggunaan model-model keputusan dan basis data khusus, dan benar-benar terpisah dari sistem pengolahan data.
Fungsi sistem informasi adalah bertanggung jawab atas pemrosesan data. Struktur dan lokasi organisasional dari suatu departemen sistem informasi yang besar dengan fungsi organisasinyatelah dibahas dan fungsi-fungsi yang umumnya terdapat di dalamnya sudah dijelaskan. Filosofi perancangan sistem berorientasi-pemakai akan mendukung pe rkembangan pe rilaku dan pendekatan pengembangan sistemnya akan sangat mempertimbangkan konteks organisasional.
Kesimpulan
Menurut kelompok kami, buku tersebut baik untuk dibaca sebagai awal dalam pemahaman Sistem Informasi Akuntansi. Meskipun merupakan buku edisi Indonesia, buku ini sangat menyenangkan untuk dibaca dan untuk dipahami oleh para mahasiswa akuntansi, maupun orang awam sekalipun karena bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan tidak membosankan. Dalam buku tersebut juga dilengkapi dengan ilustrasi, gambar, dan bahan diskusi sehingga dapat lebih memperdalam pemahaman tentang Sistem Informasi Akuntansi. Manfaat terpenting dalam buku ini adalah membuka sebuah awal pemahaman tentang Sistem Informasi Akuntansi.